bisnis online syariah

Mengenal Apa Saja Contoh Bisnis Online Syariah

Posted on

Beberapa umat Islam enggan untuk menjalankan bisnis online karena mendengar kabar yang simpang siur dari sana sini. Apabila Anda termasuk orang yang merasakan hal seperti itu, mungkin perlu untuk mengenal lebih jauh tentang beberapa contoh bisnis online syariah.

Penggunaan internet di sini hanya sebagai perantara untuk memudahkan proses bisnis. Namun, tetap saja harus diperhatikan batasan-batasannya agar tidak menimbulkan dosa. Sebab, secara umum aturan bisnis konvensional maupun online syariah adalah sama. Semua harus dijalankan dengan cara yang halal tanpa unsur riba dan segala hal yang merugikan orang lain.

Contoh Bisnis Online Syariah di Masyarakat

Dalam memilih bisnis syariah, Anda harus benar-benar teliti dan paham betul konsep bisnisnya. Berikut ini adalah beberapa referensi bisnis online syariah yang memang boleh dijalankan asal tidak melanggar batasan-batasan dalam Islam.

 

1. Membuka Toko Online

Jika Anda memiliki sebuah barang untuk dipasarkan dan merasa tidak mampu menjangkau banyak pembeli, gunakan bantuan internet untuk menjangkau konsumen-konsumen lain. Buatlah sebuah toko online untuk memasarkan barang-barang Anda agar orang yang berada di luar daerah pun bisa membeli.

Saat ini sudah banyak platform yang menawarkan kemudahan dalam membuat toko online. Bisa dimulai dari media sosial hingga ecommerce semacam Tokopedia atau Bukalapak. Ibaratnya, dengan memanfaatkan internet, rak dagang Anda jadi bisa dilihat oleh orang-orang yang berada jauh dari lingkungan tempat Anda tinggal.

Akan tetapi ada beberapa catatan yang mesti Anda garisbawahi. Di antaranya, pastikan Anda menyertakan foto asli barang yang dijual dan spesifikasinya secara lengkap. Dengan begitu, pembeli jadi tahu barang seperti apa yang hendak ia beli. Sebab jika pembeli tidak diberitahu dengan jelas seperti apa barangnya, bisa jadi jual-beli tersebut haram hukumnya.

 

2. Menjual Layanan Jasa

Layanan jasa juga bisa dipasarkan secara online dengan berbagai cara. Misal Anda memiliki keterampilan dalam membuat desain atau menerjemahkan bahasa asing, manfaatkan menjadi bisnis yang menguntungkan.

Metodenya seperti membuat toko online, tetapi yang Anda tawarkan di sini dalam bentuk jasa, bukan barang. Adapun bayaran yang Anda terima nantinya disesuaikan dengan kriteria pemesanan dari pengguna jasa. Misalnya tergantung dengan besarnya desain atau banyaknya kata yang diterjemahkan.

Selama layanan yang Anda tawarkan itu tidak melenceng dari ajaran Islam, maka jual-beli jasa ini sah-sah saja dilakukan.

 

3. Publisher Iklan di Platform Digital

Platform digital yang dimaksud di sini mencakup banyak hal, termasuk Blog atau YouTube. Pembuatan konten semacam ini awalnya mungkin menjadi kesenangan atau hobi. Akan tetapi, Google saat ini menyediakan kerja sama sebagai mitra publisher iklan. Anda pasti sangat familier dengan Google AdSense.

Sederhananya, konsep AdSense ini adalah Anda mendapatkan komisi dari setiap penayangan iklan yang dimunculkan oleh Google di konten Anda. Bisa di video pada kanal YouTube Anda atau pada artikel di blog. Komisi tersebut adalah bagi hasil antara publisher iklan dengan pihak Google, yang mana mereka dibayar oleh pemasang iklan.

Haram atau tidaknya juga ditentukan berdasar konten apa yang Anda buat. Apakah konten tersebut mengandung manfaat untuk masyarakat atau justru lebih banyak mudharatnya. Pertimbangkan bisnis online jenis ini jika Anda adalah orang yang kreatif dan punya banyak ide dalam membuat konten-konten bermanfaat.

 

Penutup

Mungkin sebenarnya di luar sana masih ada banyak bisnis online syariah yang bisa Anda coba. Tanpa mengesampingkan potensi bisnis-bisnis syariah yang lain, beberapa contoh di atas hanyalah secara garis besar saja. Sisanya Anda bisa kembangkan sendiri dan jika masih ragu silakan tanya kepada ahli atau para pemuka agama untuk mendapat pencerahan.